Penulis: Devi Khairina Zahidah

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gelar mahasiswa merupakan gelar istimewa yang tidak semua orang bisa sandang, baik karena faktor ekonomi ataupun faktor internal yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan Pendidikan. Mahasiswa adalah seseorang atau sekelompok individu yang telah lulus dari SMA/SLTA dan sedang menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi (Daldiyono, 2009). Menjadi salah satu bagian yang mendapatkan keistimewaan tersebut, tentunya kita sebagai mahasiswa mampu memaksimalkan pemanfaatannya dengan memperluas wawasan, memperhalus perasaan, memperbaiki pola pikir dan tingkah laku, serta meningkatkan keimanan. Seperti halnya tujuan Pendidikan yang dikemukakan oleh Tan Malaka “Tujuan Pendidikan adalah untuk mempertajam kecerdasan, memperkokoh kemauan dan memperhalus perasaan”. Oleh karena itu, Pendidikan merupakan wadah untuk meningkatkan potensi yang ada dalam diri serta untuk bermanfaat untuk negeri. Karenanya Pendidikan tidak boleh disalahgunakan yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri serta banyak orang.

Selayaknya kaum intelektual, mahasiswa diharuskan mampu memperankan diri secara professional dan proporsional yang tak hanya berperan dalam lingkungan akdemik namun juga memiliki peran, fungsi dan tuntutan yang kompleks dalam masyarakat. Peran, fungsi dan tuntutan dari gelar mahasiswa ini tentunya tidak mudah untuk dijalani, mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa menjadi ‘agen of change’ atau agen perubahan yang tentunya bisa memberi dampak untuk kemajuan hidup berbangsa dan bernegara yang hal ini membutuhkan bekal yang tidak mudah dan sedikit, yaitu pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang luas yang. Ide dan pemikiran cerdas mahasiswa mampu menciptakan paradigma yang berkembang dimasyarakat lebih terarah sesuai kepentingan Bersama. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi agen pemberdayaan untuk pembangunan fisik dan non fisik. Idealnya mahasiswa ditekan untuk serba bisa dalam menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dimasyarakat.

Sebagai pribadi yang dianggap memiliki keunggulan dalam segi pengetahuan dan pengalaman yang nantinya akan terjun dimasyarakat, tentunya mahasiswa tidak hanya menjadi pihak yang mengamati dan menilai problematika didalam masyarakat, namun juga harus menjadi ‘Social control’ atau kontrol sosial terhadap hal-hal yang telah melanggar norma-norma yang berlaku serta dapat memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang ada. Pemuda merupakan generasi bangsa.

Tak dapat dipungkiri semua organisasi atau timpuk pemerintahan pasti akan mengalami pergeseran kepemimpian dari golongan tua ke golongan muda. Hal ini proses regenerasi merupakan hal yang sangat penting untuk menyiapkan pemimpin dimasa depan. Kepemimpinan dapat dimiliki oleh dia yang berhak mendapatkannya. Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan untuk membentuk jati diri dan jiwa kepemimpinan sebagai pemimpin negeri dimasa depan. Oleh karena itu, mahasiswa menjadi ‘iron stock’ yaitu manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlaq yang mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa merupakan cadangan, asset dan harapan bangsa untuk masa depan.

Pendidikan dan lingkungan keilmuan diharapkan dapat mencetak pribadi yang berwawasan luas serta berbudi pekerti luhur. Oleh karenanya, mahasiswa berperan sebagai ‘moral force’ atau suri tauladan yang tindak tanduknya diamati dan ditiru oleh masyarakat. Untuk itu, mahasiswa harus pintar-pintar dalam menempatkan diri dan hidup berdampingan ditengah-tengah masyarakat.

Implmentasi 4 peran mahasiswa ditengah-tengah masyarakat dapat terwujud dengan memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan diperlukan untuk memperluas wawasan keilmuan, mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas hidup, membetuk karakter dan moral serta untuk memajukan peradaban dan kemajuan bangsa. Penelitian diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya yang  dapat digunakan untuk memecahkan dan menyelesaikan suatu permasalahan dalam lingkup masyarakat, dunia kerja ataupun pemerintah. Pengabdian kepada masyarakat menjadi sebuah akhir namun tidak kalah penting. Menjadi bagian yang pada akhirnya akan terjun dimasyarakat sudah pasti kita harus mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi dalam kemajuan bangsa. Mengabdi kepada masyarakat sudah pasti menjadi bagian penting agar ilmu yang mahasiswa peroleh dapat bermanfaat dan tidak hanya menjadi konsumsi pribadi. Keempat peran mahasiswa diatas diharapkan dapat terealisasi dan terwujud demi terciptanya hidup masyarakat yang sejahtera.

Namun, sebelum berkiprah dimasyarakat, mahasiswa memiliki tuntutan yang harus dijalani sebagai pencari ilmu. Potret mahasiswa masa kini menempati posisi paling penting dalam dinamika perubahan masyarakat, yang tidak hanya menjadi penempuh Pendidikan di perguruan tinggi namun juga menjadi bagian generasi penerus bangsa. Selain tuntutan akdemik sebagai kewajiban utama, mahasiswa juga berada tengah tantangan global yang menuntut kesiapan mental serta kecerdasan intelektual sebagai persiapan untuk bersaing ditingkat dunia yang lebih global.

Diranah akademik, mahasiswa berperan sebagai penuntut ilmu atau penerimana pelajaran dan pengalaman dari guru ataupun lingkungan. Mahasiswa dapat berperan sebagai peneliti dalam sebuat proyek penelitian yang keduanya menjadi sarana untuk mengembangkan potensi serta keterampilan diri melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. Tak hanya itu, mahasiswa dituntut untuk menghadapi dan menyelesaikan beban akademik termasuk tugas, ujian, peneltian sera proyek. Selain akademik, Mahasiswa juga diharuskan untuk mengelola waktu dengan efektif demi menyelesaikan tugas dan kegiatan-kegiatan lainnya, termasuk organisasi yang bisa menghambat proses perkuliahan jika tidak me-manajemen waktu dengan baik. Mahasiswa dituntut untuk menunjukkan prestasi dengan menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan. Harapan orang tua serta bakal generasi bangsa dimasa depan menjadi fokus utama mahasiswa dalam belajar. Tak sedikit mahasiswa yang merasa stress dan depresi yang disebabkan tuntutan-tuntutan diatas. Seperti kasus dari seorang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpad ditemukan meninggal di kamar indekosnya. Pacarnya mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan masalah skripsi yang tak kunjung selesai dan kesulitan keuangan keluarga (Detik, Com). Hal tersebut menjadi sebuah ancaman apabila tidak ada penyelesaian dan pemahaman lebih lanjut.

Dilain sisi, tuntutan akademik tidak hanya menjadi salah tantangan mahasiswa dimasa kini, hidup ditengah-tengan dunia yang berkembang begitu pesat yaitu perkembangan teknologi dan globalisasi, mahasiswa diharuskan untuk dapat beradaptasi dan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi tersebut sesuai dengan kode etik yang ditetapkan, tidak menyalahgunakan yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Kecanggihan alat-alat komunikasi, membuka lebar pintu akses seseorang dalam bermedia sosial yang menjadi sebuah ancaman jika tidak menggunakannya secara bijak. Seorang mahasiswa diwajibkan untuk tidak serta merta menerima sebuah informasi yang tidak berdasarkan realita. Dalam bidang akademik, teknologi berperan luar biasa dalam media pembelajaran. Pengetahuan tidak hanya didapatkan dibangku perkuliahan, namun dimanapun dan kapanpun pengetahuan ada dalam genggaman. Diciptakannya kecerdasan-kecerdasan buatan (AI) menjadi sebuah penolong namun juga dapat penjerumus pikiran. Tidak sedikit mahasiswa yang mengandalkan media tersebut dalam menyelasaikan berbagai tugas perkuliahan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya degradasi moral serta intelektual. Ketidak jujuran serta kemalasan dalam berfikir menjadi sebuah kekhawatiran jika mahasiswa tetap berperilaku demikian. Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya fondasi kepribadian dan keilmuan harus dipupuk sejak dini demi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih tertata lagi.

 

 

Bibliography

M Subani Prastiono, Subani. “INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION POLITEKNIK LP3I PEKANBARU DALAM UPAYA PENINGKATAN CALON MAHASISWA BARU.” PhD Thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarim Kasim Riau, 2025. http://repository.uin-suska.ac.id/87632/.

Mubarok, Ahmad Shofi, Neneng Mukaffa Opier, Irene Hendrika Ramopoly, Loso Judijanto, and Junizar Junizar. Psikologi: Stres Akademik Dan Penanganannya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2025. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=Km9-EQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP3&dq=Namun,+situasi+saat+ini+menunjukkan+bahwa+banyak+siswa+kesulitan+untuk+menjaga+keseimbangan+ini.+Secara+mental,+siswa+sering+menghadapi+tekanan+dari+tugas+akademik,+kompetisi,+dan+ekspektasi+orang+tua,+yang+menyebabkan+stres,+kecemasan,+harga+diri+rendah,+dan+penurunan+minat+belajar.+&ots=9ddrc_A4-6&sig=sJgQNYBrA9-nA0OBZJSSS-coOHA.

Wibawa, Sutrisna. “Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan Dan Pengabdian Kepada Masyarakat).” Disampaikan Dalam Rapat Perencanaan Pengawasan Proses Bisnis Perguruan Tinggi Negeri. Yogyakarta 29 (2017): 01–15.