KETIDAKMASUKAKALAN YANG MASUK AKAL

Oleh: Salman Alfarisi ( Anggota Fradiksi 23)

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bayang-bayang kelabu terbang di atas langit malam yang ragu

Datang mengganggu jiwa dalam penuh haru

Mencoba merusak logika yang sedang mencari tahu

Di tengah-tengah Pertanyaan pada semua hal baru

Segudang bisikan datang setiap saat

Mengusik jiwa dan logika yang sedang beristirahat

Apakah mereka akan membuatnya tersesat

Jatuh tenggelam pada kenikmatan sesaat

Bisikan itu membawa segala kemungkinan

Sebuah gerbang yang menarik pada kemasukakalan

Kemasukakalan seperti dalam dunia impian

Akan tetapi sebenarnya hanyalah sebuah angan-angan

Kemasukakalan itu mencoba menentang ketidakmasukakalan

Sebuah keabsolutan pengentahuan dan kekuasaan

Hal yang tak seharusnya dilawan

Karena dialah sumber utama segala kemungkinan

Ketidakmasukakalan itu tak masuk akal bagi arsitek kekosongan

Tapi masuk akal bagi pencari penerima kebenaran

Dia adalah asal dari segala kebenaran

Meskipun para bisikan mengatakan dia hanyalah kebohongan

Terimakasih Tuhan

Kau telah memperlihatkan kebenaran

Rampak Bhineka Cahaya Semesta

Oleh: Salman Alfarisi ( Anggota Fradiksi 23)

Rembulan berbintang menyinari penjuru dunia

Memberi cahaya terhadap para makhluk yang berbeda

Perbedaan yang terlukis atas kehendak Maha Kuasa

Sebagai tanda cinta kepada para hamba-Nya

Semesta barat datang membawa asa nan cita

Berharap anugerah penuh rasa

Ujung timur bersimpuh dalam altar penuh doa

Menanti jawaban pelipur lara

Perbedaan rupa, kesatuan jiwa

Rasa yang wajib dalam setiap dada

Berbeda warna satu cahaya

Demi menyempurnakan asa semesta

Hitam dan putih bukanlah penghinaan

Cacat dan cantik rupawan tak mutlak keabsolutan

Lemah dan kuat jangan jadikan korban

Semuanya adalah keindahan di hadapan Tuhan

Terimakasih Tuhan Kami Ucapkan

Anugerah-Mu merupakan kado terindah dalam setiap zaman

Jawaban bagi segala rasa akan penasaran

Terhadap Narasi-mu yang terus berjalan

Rampak Bintang di Kanvas Angkasa

Oleh: Salman Alfarisi ( Anggota Fradiksi 23)

Jendela tua terbuka menatap angkasa

Mengajak jiwa tuk melihat lentera

Penerang segala penjuru dunia

Pembawa harapan segenap bangsa

Cahayanya memberi senyum kepada manusia

Senyuman pelipur lara pembebas raga dan jiwa

Merekah bahagia dialiri airmata

Mengembalikan masa depan yang dirindukan sejak lama

Sinarnya menerangi gelapnya Angkasa

Menjadikannya kanvas penuh aura

Melukis dan berjalan bak nirwana

Ibarat melodi indah yang terus berirama

Mereka tak berebut validasi sementara

Tuk menjadi pusat alam semesta

Mereka bersinar apa adanya

Sadar akan tugas yang diembannya

Tidak ada kata yang bisa terucapkan

Tuk meluapkan seluruh kebahagiaan

Hanya terimakasih yang bisa disampaikan

Pada pemberi cahaya malam kegelapan